Minggu, 01 Oktober 2017

Sepuluh Pahlawan Revolusi G30S/PKI

Pahlawan revolusi di berikan kepada sepuluh perwira militer indonesia dalam tragedi pengkhianatan oleh partai komunis Indonesia (PKI) yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 dan 1 Oktober 1965 dan disebut juga dengan G30S/PKI. Peristiwa tersebut menjadi sejarah buruk bagi bangsa Indonesia karena peristiwa tersebut dilakukan setelah Indonesia merdeka dan yang menjadi penghianat adalah beberapa orang - orang Indonesia sendiri. G30S/PKI terjadi karena Indonesia menolak paham Ideologi komunis dan tetap menjadikan Indonesia menganut paham ideologi pancasila. Di dalam peristiwa tersebut akhirnya para pendiri PKI dan pengikutnya melakukan pemberontakan - pemberontakan di Indonesia. Selain itu yang menjadi sorotan yaitu penculikan dan pembunuhan dengan kejam dan tidak manusiawi kepada beberapa perwira militar.

Dan berikut beberapa pahlawan revolusi tersebut :
1. Letjen Jenderal Ahmad Yani
Pahlawan revolusi yang pertama adalah Letjen Jendral Ahmad Yani, beliau lahir di Purworejo,Jawa Tengah pada tanggal 19 Juni 1922. Dan meninggal pada 1 Oktober 1965 di daerah Lubang Biaya, Jakarta oleh anggota dari G30S/PKI dan pada umur
43 tahun.
Peristiwa tersebut terjadi larut malam di rumahnya pada saat para anggota G30S/PKI tersebut ingin membawa beliau dengan alasan bahwa presiden ingin bertemu dengan. Dan beliau meminta izin untuk berganti pakaian, namun anggota G30S/PKI menolak dan kemudian A.Yani menampar salah satu anggota tersebut. Pada saat akan menutup pintu beliau langsung di tembak oleh salah satu pelaku yang di saksikan langsung oleh anaknya yang masih kecil. Kemudian A.Yani di bawa ke Lubang Buaya.

2. Letnan Jenderal R. Soeprapto
Pahlawan revolusi berikutnya adalah R.Soeprapto yang lahir di Purwokerto,Jawa Tengah pada 20 Juni 1920 yang juga di bunuh oleh gerakan PKI di Lubang Buaya dan meninggal pada umur 45 tahun.

3. Letnan Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
Lahir pada tanggal 20 Januari 1924 di Surabaya,Jawa Timut. Beliau juga menjadi salah satu sasaran bagi anggota G30S/PKI dan di bunuh serta di kubur di Lubang Buaya. Sebelum di bawa ke Lubang Buaya, beliau malam hari di datangi oleh para anggota G30S/PKI dan dengan alasan bahwa beiau di panggil oleh presiden kemudian istri beliau membangunkan suaminya tersebut namun Haryono menolak dan menyuruh untuk kembali besok. Namun anggota PKI tersebut memaksa bahwa harus sekarang, dan kemudian membuat Haryono curiga dan menyuruh istri dan anak - anaknya pindah ke kamar sebelah dan mematikan lampu kenudian bersembunyi. Kemudian para pelaku masuk dan membakar kertas sebagai penerangan, kemudian Haryono mencoba merebut senjata pelaku namun gagal dan akhirnya pelaku G30S/PKI menembak mati beliau. Setelah beliau meninggal, langsung di masukkan ke truk dan di bawa ke Lubang buaya.

4. Letnan Jenderal Siswondo Parman
Beliau lahir di Wonosobo,Jawa Tengah pada tanggal 4 Agustus 1918 dan meninggal pada umur 47 tahun di Lubang Buaya. Sebelum di bawa ke Lubang Buaya seperti biasa, para anggota G30S/PKI beralasan bahwa beliau di suruh untuk menghadap presiden. Namun beliau tidak percaya dan menyuruh istrinya menelpon A. YANI, dan salah satu anggota memutus kabel telepon kemudian langsung membawa Parman ke dalam truk. Dan di bunuh di Lubang Buaya bersama ke enam Jenderal lainnya.

5. Mayor Jenderal Pandjaitan
Donald Issac Pandjaitan tersebut juga menjadi salah satu korban dari peristiwa G30S/PKI. Beliau lahir pada tanggal 19 Juni 1925 di Baliage,Sumatera Utara dan meninggal pada umur 40 tahun di Lubang Buaya. Sebelum meninggal, beliau di datangi oleh beberapa anggota G30S/PKI dan memaksa masuk ke rumah beliau. Salah satu anggota menembak pelayan yang sedang tidur di lantai bawah, kemudian menyuruh Pandjaitan turun ke bawah untuk di bawa menemui presiden alasannya. Dengan memakai seragam kemudian beliau turun dan langsung di tembak mati oleh para anggota PKI dan mayatnya di bawa ke Lubang Buaya.

6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomihardjo
Beliau lahir pada tanggal 22 Agustus 1922 di Kebumen,Jawa Tengah dan meninggal pada saat umur 43 tahun di Lubang buaya pada peristiwa G30S/PKI. Pada saat itu seperti pada jenderal lainnya mereka membawa beliau dengan alasan bahwa beliau di panggil oleh presiden untuk menghadap. Langsung beliau di bawa ke Luabang buaya dan kemudian di bunuh di sana yang kemudian mayatnya di masukkan ke dalam sumur tua yang tak terpakai.

7. Kapten Piere Tendean
Beliau juga menjadi salah satu korban dari PKI yang di kubur di Lubang Buaya. Pada saat itu beliau tidur di rumah Nasution dan dia terbangun dari tidur karena mendengar suara tembakan dan ribut - ribut. Karena kondisi saat itu gelap, maka dari itu saat Piere datang menemui mereka dan saat di tanya oleh salah satu anggota PKI Piere pun mengaku bahwa dia adalah Nasution. Padahal sebenarnya Nasition sudah melarikan diri, kemudian Piere di bawa ke Lubang Buaya untuk di bunuh.

Ke 7 pahlawan revolusi tersebut di mayatnya di kuburkan di sumur tua di Lubang Buaya,Jakarta. Kemudian pada tgl 4 Oktober di temukan oleh anggota - anggota TNI yang pada saat itu di pimpin oleh Soeharto dan ke 7 mayat tersebut di angkat dan di pindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Dan sebagai penghargaan bangsa Indonesia kepa mereka maka di buat monunen untuk mengenang jasa mereka.

8. Karel Satsuit Tubun
Beliau lahir pada tanggal 14 Oktober 1928 di Maluku Tenggara dan meninggal pada saat beliau berumur 36 tahun. Beliau saat itu jaga pagi, karena mendengar suara keributan dan kegaduhan di rumah Nasution dia terbangun dengan membawa senjata dan menembak para anggota PKI. Namun sayangnya beliau juga ter tembak oleh anggota PKI dan tewas.

9. Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo
Lahir di Sragen,Jawa Tengah pad tanggal 5 Februari 1923 yang menjadi korban kebiadaban penghianat PKI di Yogyakarta. Pada saat itu beliau saat berada di rumah sedang menerima tamu dan kemudian beberapa orang yang ternyata dia kenali. Menyuruhnya ikut dengan mereka, tamu yang berada di sana memperingati untuk tidak membawanya namun dibentak oleh para PKI. Sehingga akhirnya beliau ikut dengan mereka dan di tutup mata serta tangan beliau di ikat kemudian salah satu dari mereka menghantam neliau dengan kunci mortir tepat di kepala beliau. Kemudian beliau tersungkur jatuh dan kemudian meninggal.

10. Kolonel Sugiono
Yang lahir pada tanggal  12 Agustus 1926 di Gedaren, Sumbergiri, Ponjong, Gunung Kidul. Beliau juga menjadi korban dari PKI yang di eksekusi bersama dengan Jendral Katamso Darmokusumo di Yogyakarta pada umur 39 tahun. Dia diculik dan dibawa ke Markas Batalyon L di Yogyakarta, begitu juga dengan Sugiono di bunuh dengan menggunakan kunci martil setelah Jendral Katamso sebelumnya sudah di eksekusi. Dalam kondisi Sugiono dan Katamso masih hidup, kemudian mereka memasukkan keduanya ke sebuah lubang dan kemudian di tindih dengan batu oleh para anggota PKI.
Dan sebagai penghargaan kepada mereka, maka di buatlah monumen pancasila yang ada di Yogyakarta.

Pada 20 hari kemudian tepatnya pada tanggal  21 oktober 1965 mayat dari Jenderal Katamso dan Kolonel Sugiono kemudian di temukan dan langsung di bawa ke RS DKT dan kemudian langsung di kebumikan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta pada tanggal 22 Oktober 1965.


Berikut 10 pahlawan revolusi yang menjadi korban kebiadaban para penghiat bangsa yaitu PKI. Ini baru 10 pahlawan yang terkenal dan masih banyak sekali korban kebiadaban PKI pada zaman dulu dari mulai rakyat biasa. Semoga jaman sekarang dan akan datang tidak akan ada lagi para penghianat bangsa tersebut.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar